KABUPATEN SUKABUMI

Permukiman Warga Cibadak Sukabumi Diteror Ular Sanca, Ayam Ternak Hilang

×

Permukiman Warga Cibadak Sukabumi Diteror Ular Sanca, Ayam Ternak Hilang

Sebarkan artikel ini
Ular Sanca Kembang Cibadak Sukabumi
Petugas relawan saat mengevakuasi ular sanca kembang di kandang ayam warga Kampung Sekarwangi Kabupaten Sukabumi.

CIBADAK – Warga Kampung Sekarwangi, RW 20, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dibuat geger oleh kemunculan seekor ular sanca kembang yang diduga memangsa ternak ayam milik warga pada Minggu (06/04) pagi.

Ular sanca kembang tersebut memiliki panjang sekitar 2,5 meter dan berat sekitar 15 kilogram. Hewan melata itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga saat hendak memberi makan ayam ternaknya di pagi hari.

Bank bjb Tandamata

“Saya waktu itu mau kasih makan ayam, tapi pas dihitung, ada satu ayam yang hilang. Pas dicek ke kandang, ternyata ada kepala ular di sana. Saya langsung lari keluar dan teriak minta tolong ke tetangga,” kata Jae (45) yang merupakan pemilik ternak ayam yang dimangsa ular tersebut.

Jae kemudian menghubungi petugas untuk melakukan evakuasi. Tidak lama berselang, warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung keberadaan ular tersebut.

Menurut Jae, ini merupakan pertama kalinya ia kehilangan ayam ternak, namun beberapa tetangganya telah kehilangan ayam lebih dari lima kali sebelumnya. Hal ini memunculkan dugaan bahwa ular tersebut telah lama berkeliaran di lingkungan tersebut.

“Saya benar-benar kaget, karena waktu itu baru bangun tidur dan langsung ke kandang ayam. Pas lihat-lihat, ternyata ada ular dan satu ayam saya sudah tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Exalos Rescue mengatakan, Asep Firmansyah mengatakan, proses evakuasi ular tersebut dilakukan oleh anggota Exalos Rescue, yang langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Menurut Asep, proses penangkapan cukup sulit karena posisi ular berada di bawah kandang.

“Kesulitannya saat mengevakuasi ular itu dari bawah kandang ayam. Kita pakai alat seadanya, seperti kayu, untuk menggiring ular keluar. Setelah itu, ular berhasil kami keluarkan untuk diamankan,” jelasnya.

Ular sanca kembang tersebut selanjutnya dibawa ke rumah relawan untuk observasi sementara sebelum nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

“Saya ini relawan, dan wilayah rawan kemunculan ular biasanya ada di Karangtengah, Cibadak, dan Nagrak. Dalam sebulan, kami bisa evakuasi sekitar 20 sampai 25 ekor ular,” tambahnya.

“Warga diimbau untuk lebih waspada, terutama yang memiliki kandang atau peliharaan di area terbuka, mengingat cuaca dan kondisi lingkungan yang bisa memicu pergerakan satwa liar seperti ular ke permukiman,” pungkasnya. (Den)