Ia juga menyampaikan bahwa selama lebih dari 100 hari menjabat, pihaknya menerima berbagai aspirasi dari masyarakat. Tiga isu utama yang sering disampaikan warga adalah persoalan kebersihan, penataan pedagang kaki lima, dan pembenahan pasar.
“Insyaallah akan kita kerjakan mulai sekarang. Dalam dua tahun ke depan, target saya adalah menyelesaikan persoalan kebersihan, pedagang kaki lima, dan pasar, karena kota ini adalah milik 364.000 penduduk,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menampung aspirasi lainnya seperti perbaikan jalan lingkungan, drainase, air bersih, pemakaman, dan pembangunan trotoar. Seluruhnya akan direncanakan secara bertahap sebagai bagian dari perwujudan Kota Sukabumi Bercahaya.
Ayep Zaki mengungkapkan bahwa dalam lima bulan terakhir terdapat capaian positif dalam pemerintahan, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari 50 persen serta pengakuan Kota Sukabumi sebagai kota toleran nomor satu di Jawa Barat dan peringkat keenam secara nasional.(hms)






