Proyek Perumahan Cikembar Diprotes

Sebab, sudah jelas buah manggis di desa ini sudah sampai ke berbagai negara. Kalau kebun manggisnya dijadikan perumahan, bagaimana dengan nasib warga di sini ke depan,” imbuhnya.

Kepala Desa Bojongkembar, Suminar mengaku atas kedatangan sejumlah warga Kampung Babakan, yang mempertanyakan recana pembangunan perumahan di wilayahnya. Saat itu dirinya mengaku bahwa pemerintah desa belum mendapatkan laporan dari pihak perusahaan manapun, yang akan menggunakan lahan produktif menjadi perumahan.

Bacaan Lainnya

“Setelah warga mempertanyakan hal itu, tidak lama kemudian pihak PT Penta Dinamika Properti datang. Di situ mereka baru menyampaikan rencananya yang akan membangun perumahan di wilayah itu,” jelas Suminar saat di sambangi Radar Sukabumi di kantor Desa Bojong Kembar.

Saat itu, pihaknya menyarankan agar pihak perusahaan terlebih dahulu melakukan sosialisasi secara umum kepada warga terdampak. Sebab ia merasa khawatir jika pembangunan tidak ditempuh secara mekanisme yang benar, dapat menimbulkan reaksi nekatif dari warga.

“Ternyata pihak perusahaan baru melakukan sosialisasi secara door to door kepada warga terdampak. Jelas saja, hal ini dapat menimbulkan masalah. Seharusnya pihak perusahaan melakukan sosialisasi kepada warga dengan baik serta dihadiri pemerintah setempat,” ujarnya.

Sebab itu, pihaknya akan melayangkan surat peringatan kepada PT Penta Dinamika Properti, agar segera melakukan sosialisasi kepada suluruh warga terdampak serta dihadiri Muspika Cikembar. “Aturan ini harus ditempuh. Sehingga nantinya tidak menimbulkan kecemasan warga,” timpalnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan PT Penta Dinamika Properti, Ridwan mengatakan, pihaknya mengklaim bahwa semua protes warga terdampak soal dugaan belum mengantonginya izin dan belum melakukan sosialsiasi kepada warga terdampak itu tidak benar.

Pos terkait