SUKABUMI – Hari ini merupakan hari terakhir penerapan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Tentunya banyak pihak yang mengharapkan pemerintah tidak lagi memperpanjang PPKM tersebut. Terutama para pengusaha, salah satunya yang bergerak di sektor pariwisata.
Selama penerapan kebijakan terebut, para pengusaha perhotelan misalnya menjadi salah satu sektor yang terkenda dampak paling besar. Jumlah pengunjung sepi sehingga banyak yang merumahkan para pegawinya, karena tak mampu menggajinya.
Satu di antara pelaku usaha industri pariwisata di Kabupaten Sukabumi, Yudha Suryadharma mengatakan, jika Pemberlakuaan PPKM diperpanjang lagi, selain akan berpengaruh kepada okunpasi sektor perhotelan maupun restoran. Pun terhadap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata ini.
Menurut Yudha, perpanjangan PPKM saat ini pun sudah cukup berat. Karena dengan pemberlakuan kebijakan tersebut, sangat berpengaruh terhadap okupansi baik dalam sektor perhotelan maupun restoran.
“Sehingga, dapat dipastikan bahwa kondisi keuangan perusahaan mengalami penurunan yang signifikan. Akan tetapi, sebagai bentuk dukungan untuk memutus mata rantai pandemi covid-19 ini, tentunya kami mendukung penuh pemberlakuan PPKM tersebut,” ujar Yudha kepada Radar Sukabumi.
Ia menilai, sektor industri pariwisata dapat diprioritaskan sebagai sumber potensi dalam mendongkrak pendapatan daerah. Karena bagi beberapa pelaku usaha atau sebagai wajib pajak daerah, terdapat beberapa pajak daerah yang disumbangkan dari industri pariwisata ini.
“Seperti pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak parkir, pajak reklame, pajak air tanah, PBB dan pajak genset. Sehingga, sangat disayangkan apabila industri pariwisata tidak diselamatkan. Maka, Pemda Kabupaten Sukabumi akan kehilangan potensi pendapatan daerah,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi memiliki potensi pariwisata yang begitu besar. Oleh sebab itu, perlu adanya dukungan penuh pemerintah daerah untuk mempertahankan sektor industri pariwisata pada saat kondisi sulit seperti ini.






