Sementara itu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menyampaikan, pihaknya terus bersiap dalam pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.
Di mana yang dilakukan kini adalah persiapan adaptasi kebiasan baru sambil menunggu izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Saat ini Kota Sukabumi bersiap melakukan persiapan new normal atau AKB. New normal mengandung pengertian membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan publik dengan tetap melakukan pembatasan,” jelasnya usai memimpin rapat persiapan new normal dengan SKPD.
Pada intinya, lanjut Fahmi, AKB memberikan kesempatan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan publik dengan pembatasan.
Terutama wajib menggunakan standar kesehatan maksimal yakni penggunaan masker, physical distancing atau jaga jarak serta menjauhi kerumunan dan mencuci tangan dengan sabun.
“Walaupun longgar, tetap masyarakat harus menerapkan standar kesehatan maksimal. Artinya, kita tetap sehat, aman dan produktif,” ujarnya.
Dalam penerapan AKB, terdapat tujuh indikator. Mulai dari perjalanan khususnya mobilitas orang membatasi dalam provinsi.
Kedua, kesehatan ada tiga hal yakni langkah isolasi/karantina untuk orang dengan penyakit beresiko tinggi tetap di rumah.
Kemudian ketiga, pendidikan melakukan pembelajaran secara online atau daring.






