“Ketika politisi nasional 2 partai ini seolah bersahabat, tetapi di grassroot mereka perang mencari kekuatan dan saling menjatuhkan dengan isu-isu salah satunya. Dan sempat ada bentrokan di daerah Sukabumi tapi tidak terlalu parah. Hal ini akibat gerakan-gerakan sepihak yang dilakukan PKI itu tadi,” sambungnya.
Gerakan dan tindak kekerasan yang dilakukan PKI terhadap pendukung NU saat itu semakin semena-mena. Sehingga munculah dogma bahwa PKI adalah Atheis.
“Pada tahun 1965 mereka merasa di atas angin. Hingga akhirnya mereka melakukan makar. Namun sehari setelah keputusan Supersemar dan pembubaran PKI oleh Soekarno, ketua PKI Sukabumi mendeklarasikan membubarkan diri. Dengan berstatment merasa di tipu dengan para petinggi mereka,” lanjutnya.
Kemudian Serikat Buruh Kereta Api yang merupakan underbow PKI yang berjumlah ratusan tersebut juga ikut bubar bersama PKI.
“Orang-orang ini sempat mendapat stigma buruk, bahkan ada beberapa yang mangalami penyiksaan juga oleh masyarakat yang anti PKI dan menggangap mereka musuh bersama. Tapi basis PKI yang berada di Sukabumi pasca Stigma-stigma itu lambat laun mulai hilang, dan berbaur dengan masyarakat lain. Karena di Sukabumi tidak ada perlawanan dari mereka,”pungkasnya.(Cr3/t)






