Menelusuri Jejak PKI di Kota Sukabumi, Kipahare : Baros dan Gedung Djuang Saksi Bisu

Sebuah tempat yang diduga sempat menjadi tempat berkumpulnya anggota PKI pra G30 SPKI
PENINGGALAN SEJARAH : Sebuah tempat yang diduga sempat menjadi tempat berkumpulnya anggota PKI pra G30 SPKI. Rabu (28/9/2022). (Foto : Dammy Radar Sukabumi)

SUKABUMI — Pada tanggal 30 September merupakan hari yang kelam bagi catatan sejarah Republik Indonesia. Tanggal yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) ternyata pernah berkembang dan juga menjadi sejarah kelam di Kota Sukabumi.

Beberapa sudut di kota Sukabumi diketahui pernah menjadi sudut aktifitas anggota Partai berlogo palu dan arit ini. Dari keterangan sejarawan Irman Irmansyah pada Radar Sukabumi. Rabu (28/9/2022).

Bacaan Lainnya

“Partai Komunis menyebar dibeberapa wilayah di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Termasuk daerah Jampang, nah kalau dikota ada dulu namanya Serikat Buruh Kereta Api dekat stasiun,” ungkap Irman pada Radar Sukabumi.

Tak hanya itu, ketua Yayasan Dapuran Kipahare ini juga mengatakan bahwa daerah Cisarua Kecamatan Baros juga sempat menjadi titik penyebaran Partai Komunis Indonesia ini.

“Gedung juang sempat jadi tempat ngumpulin PKI nya saat mau dibawa untuk ekseskusi atau kerja paksa,” ungkap Irman.

Dari penuturan Irman, anggota PKI yang ditangkap sebagian besar dipekerjaakan secra paksa dan beberapa dari mereka ada yang dibunuh.

“Jadi dulu itu kan PKI legal, bukan organisasi terlarang jadi masyarakat umum itu banyak yang masuk. Bahkan muslim pun banyak juga yang masuk PKI dan di sukabumi itu banyak underbow atau sayap partai termasuk Serikat Buruh Kereta Api ini,” lanjut Irman.

Irman mengatakan bahwa pada tahun 60an suhu politik meruncing sehingga muncul dogma-dogma yang akhirnya partai-partai besar termasuk PKI ini saling serang.

“Dulu mah memang tidak ada gesekan antara PKI dengan Agama, bahkan anggota mereka juga ada yang muslim dan solat juga. Terlebih saat itu PKI masuk dalam partai pemenang ke 4, dan tahun 60 an PKI lebih berafiliasi dengan RRC sehingga mereka memiliki kekuatan pada saat itu. Dan karena merasa kuat itulah akhirnya mereka melakukan pemberontakan,” sambungnya.

Gesekan PKI dengan NU semakin melebar. Sampai akhirnya masyumi dibubarkan bung karno, pada tahun 60 an. Dan kemudian NU jadi satu-satunya partai islam yang besar. Sehingga timbul gesekan dengan ulama ulama islam di daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *