Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam momentum perayaan hari buruh sedunia ini, F-HUKATAN Kabupaten Sukabumi, bukan tidak mau melakukan kegiatan yang dianggap oleh beberapa pihak positif. Namun, menurutnya nilai positif dan negatif tersebut, tergantung dari sudut pandang orang yang menilai.
“Kami berencana akan melakukan aksi selama dua hari berturut-turut. Mulai Senin 30 April dan Selasa 1 Mei 2018. Surat sudah kita sebar. Sementara untuk massa, diperkirakan pada hari pertama akan hadir sekitar 500 orang dan pada aksi kedua akan diikuti sekitar empat ribu orang,” tandasnya.
Seorang buruh outsourcing yang bekerja di Area PT. SCG, Eri Warnos (31) warga Kampung Simlie, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh membenarkan terkait adanya rencana aksi tersebut.
“Kami sudah persiapkan semuanya. Seluruh pengurus komisariat F-HUKATAN Kabupaten Sukabumi sudah melakukan rapat pemantapan untuk aksi ini,” singkatnya.(cr13/e)





