BERITA UTAMA

LSI :  Simulasi Sosialisasi Pemilu 2024 Radar Bogor Group Bisa Dijadikan Acuan Opini Publik

×

LSI :  Simulasi Sosialisasi Pemilu 2024 Radar Bogor Group Bisa Dijadikan Acuan Opini Publik

Sebarkan artikel ini
Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Adrian Sopa mengapresiasi Simulasi dan Sosialisasi Pemilu 2024 yang diselenggarakan Radar Bogor Group di 14 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat pada Selasa (12/12/2023).
Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Adrian Sopa mengapresiasi Simulasi dan Sosialisasi Pemilu 2024 yang diselenggarakan Radar Bogor Group di 14 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat pada Selasa (12/12/2023).

Adrian memuji usaha Radar Bogor Group dalam mensosialisasikan Pemilu 2024. Sebab menurut data LSI Denny JA baru 85 persen saja masyarakat yang mengetahui tanggal pelaksanaan Pemilu nanti.

Bank bjb Tandamata

“Kalau tidak sampai 90 persen ke atas, potensinya berpengaruh terhadap voter ternout (VTO) (tingkat partisipasi pemilih). Semakin orang tahu maka akan semakin tinggi potensi VTO-nya tinggi yang pada akhirnya bersinggungan terhadap legitimasi pemerintah yang nanti terpilih,” jelasnya.

Selain waktu pelaksanaan, sosialisasi pada tata cara dan sosok yang dipilih dinilainya juga amat penting disampaikan kepada masyarakat supaya tidak asal-asalan dalam menentukan piluhan saat Pemilu nanti.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi upaya Radar Bogor Group mengenalkan hal tersebut pada masyarakat sehingga suara yang diberikan bisa sesuai dengan aspirasi.

“Terlebih pelaksnaan Pemiluhan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) berbarengan, seperti tahun 2019. Saat itu masih banyak yang kebingungan dengan kertas suara Pileg. Data LSI saat ini menunjukan hanya 20 persenan saja orang yamg tau perbedaan antara kertas suata untuk DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten atau Kota,” ungkpanya.

Ia mendukung agar Radar Bogor Group terus mengawal Pemilu sesuai dengan asas LUBER JURDIL dan senantiasa mensosialisasikan informasi terkait Pemilu supaya masyarakat bisa menentukan pilihan karena gagasan dan rekam jejak para Capres, Cawapres, dan Caleg. Dengan begitu masyarakat memiliki moral standing dan bisa menagih janji pada Capres Cawapres maupun Caleg yang terpilih nantinya.