“Rumah adik saya (Ria Aryani,red) berjarak sekitar tiga kilo meter dari rumah. Saat itu kami sempat terpisah selama dua hari karena upaya pencarian di hari pertama dan kedua tidak membuahkan hasil. Bahkan, rumahnya pun sudah hancur bak ditelan bumi. Tapi akhirnya, kami berhasil bertemu dengan kondisi selamat di lokasi pengungsian,” beber Selvi.
Tidak hanya itu, pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi itu, seluruh keluarganya dihantui gempa susulan. Setiap hari dirinya tak bisa tidur nyenyak karena terus dihantui rasa trauma.
“Nyaris setiap menit saat itu selalu ada gempa susulan dengan kekuatan yang lebih rendah dari guncangan sebelumnya. Kami setiap hari tidak bisa tenang, mau berlindung dekat pantai takut tsunami, di gedung takut gempa dan di area terbuka takut pencairan tanah,” sebutnya.
Selvi juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut peduli terhadap kondisi keluarganya, terutama kepada Pemkot Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota.
“Alhamdulillah bisa kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga. Saya disana dari 2009, tapi tidak menetap. Mungkin kedepan bakal di Sukabumi karena semua harta benda disana tidak ada yang bisa terselamatkan,” tutupnya.





