Kejari Sukabumi Didesak Usut Tuntas Pembangunan Pasar Pelita

  • Whatsapp
ORASI: Sejumlah massa yang terbagung dalam DPC GMNI Sukabumi Raya saat melakukan orasi di depan Halaman Kejari Kota Sukabumi, Selasa (8/6).

SUKABUMI — Pembangunan Pasar Pelita tidak kunjung selesai, sejumlah massa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Sukabumi Raya mengontrog Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi, Selasa (8/6).

Dalam aksinya, massa mempertanyakan pengawasan yang dilakukan Kejari terkait proses pembangunan Pasar Pelita hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, pembangunan yang kini tengah digarap PT Fortunindo Artha Perkasa (FAP) ini sudah menghabiskan waktu kurang lebih enam tahun sesudah perjanjian dari pengembang pertama sampai pengembang kedua beberapakali perjanjian adendum dikeluarkan mulai adendum pertama hingga adendum keempat.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Anggi Fauzi menilai kurangnya keseriusan dari DPRD dan Kejaksaan Negri Kota Sukabumi dalam pengawasan pembangunan Pasar Pelita yang belum rampung sampai saat ini.

“Serta terindikasi adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang menyebabkan mangkraknya pembangunan Pasar Pelita ini,” tegasnya.

Pihaknya, mendesak DPRD Kota Sukabumi mengeluarkan hak interpelasi berdasarkan UU nomor 22 tahun 2003 Pasal 79, mendesak mengeluarkan hak angket berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2003 Pasal 79, meminta DPRD untuk menghentikan sementara proses pembangunan Pasar Pelita yang menurutnya sudah 93 persen dan lakukan pnyeledikan.

“Tak hanya itu, kami juga mendesak Kejaksaan Kota Sukabumi agar segera mengusut tuntas kasus Pasar Pelita karena terindikasi adanya KKN. Kami memepertanyakan sudah sejauh mana yudikatif dalam hal ini Kejaksaan Negeri untuk melakukan pengawasan terhadap berjalanya pembangunan Pasar Pelita,” ucapnya.

Pos terkait