“Iya, kita sudah sering mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat mengkonsumi makanan hajatan, mungkin ini ada samping rong atau semacam kesalahan sebagai manusia,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Camat Ciracap, Gingin Ginanjar kepada Radar Sukabumi mengatakan, peristiwa keracunan massal ini, bermula pada saat salah satu warga setempat melakukan syukuran kepulangan setelah melaksanakan ibadah haji pada Kamis (28/07) sekira pukul 16.00 WIB yang dihadiri sekitar ratusan orang.
“Setelah melaksankan acara syukuran warga yang hadir diberikan bingkisan berupa nasi kotak yang berisikan nasi, ayam goreng serundeng dan mie goreng,” kata Gingin kepada Radar Sukabumi.
Tidak lama setelah itu, sambung Gingin, pada Jumat (29/07) sekitar pukul 10.30 WIB Pusksmas Ciracap menerima informasi adanya warga dari Kampung Tangkolo, Kampung Saleman, Kampung Ciceuri, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap yang diduga mengalami keracunan dengan gejala sakit perut, mual, diare dan muntah-muntah.
“Setelah menerima informasi tersebut, kemudian Tim URC Puskesmas Ciracap melaksanakan kunjungan ke lokasi dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Ciracap untuk penanganan medis,” pungkasnya. (Den)






