Kapolres Sukabumi Kejar Target Vaksinasi Anak 100 Persen

Vaksinasi-Anak-Kabupaten-Sukabumi
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi Ny. Hesti Dedy monitoring vaksinasi di Polsek Cikakak Polres Sukabumi.

SUKABUMI – Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra terus bergerilya melakukan monitoring ke setiap Polsek yang menggelar vaksinasi anak.

Hal itu untuk memastikan vaksinasi berjalan dengan lancar hingga mencapai target 100 persen hingga akhir Januari ini.

Bacaan Lainnya

Dedy didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi Ny. Hesti Dedy mengklaim, progres vaksinasi anak berdasarkan catatannya sudah mencapai 63 persen. Namun masih ada daerah atau kecamatan yang kurang dari target dikarenakan beberapa kendala.

“Karena terkendala adanya imunisasi DT dan libur sekolah. Untuk keseluruhan tidak ada kendala yang menolak, begitu juga yang anti divaksin tidak ada, tetapi kendala yang terakhir adalah input data,” kata Dedy kepada Radar Sukabumi, Jumat (21/01).

Soal kendala pada input data, jelas Dedy, anak yang telah divaksinasi belum terinput. Alasannya fokus pada proses penyuntikan vaksin demi mencapai target 100 persen pada akhir Januari ini. Sehingga proses input data menjadi terlambat.

“Itu yang menjadi kendala, akan tetapi sudah dievaluasi nanti akan diinput semuanya minggu ini,” paparnya.

Di sisi lain, untuk memaksimalkan pencapaian vaksinasi Polres Sukabumi serta pemerintah terkait melakukan berbagai upaya serta inovasi agar anak maupun orangtua mau divaksinasi.

Diantaranya dengan memberikan bingkisan, gula-gula, boneka untuk anak wanita dan mainan untuk anak laki-laki.

“Bahkan di Kecamatan Cicurug tim tenaga kesehatannya kreatif, mereka rela menggunakan baju sekolah, termasuk dari anggota Polseknya sambil memperkenalkan seragam Polri kepada anak-anak,” jelasanya.

Ia juga mengimbau orangtua untuk memperbolehkan anaknya untuk divaksin, karena ini demi kemanusiaan, karena varian covid-19 ini selalu berkembang. Termasuk jangan termakan isu-isu yang tidak benar terkait vaksinasi.

“Kita melindungi anak kita dari varian covid yang baru ini, karena kalau tidak divaksin tingkat kerawanan lebih tinggi dibanding yang sudah divaksin.

Jangan termakan hoaks. Hari ini di Indonesia sudah masuk omicron, cuma tingkat kematian memang masih rendah, karena rata rata penduduk Indonesia sudah di vaksin, itu yang melindungi kita,” tandasnya. (ris/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.