SUKABUMI — Kondisi ruas Jalur Lingkar Selatan (Lingsel) Kota Sukabumi, kembali rusak akibat banyaknya lalu lalang kendaraan bermuatan berat. Tak ayal, jika disepanjang ruas jalan ini kerap terjadi kerusakan.
Kerusakan jalan yang berstatus Provinsi Jawa Barat ini, dikeluhkan para pengendara baik roda dua maupun roda empat karena di badan jalan banyak dietemukan lobang dengan diameter cukup besar menganga hingga bisa mengancam selamatan para pengendara.
“Kerusakan ini sudah terjadi sekitar awa tahun 2022 ini. Sebelumnya, sempat diperbaiki tetapi tidak bertahan lama dan kembali rusak karena banyak kendaraan bermuatan berat melintas,” ungkap salah seorang pengendara, Endang (29) kepada Radar Sukabumi, Jumat (18/3).
Endang mengaku, sempat nyaris menjadi kecelakaan karena kendaraannya terperosok lobang yang terjadapat di badan jalan tepatnya depan Terminal KH Ahmad Sanusi.
Beruntung, kendaraan masih bisa dikendalikan sehingga tidak sampai terjatuh. “Saat itu kondisinya malam hari, sehingga saya tidak bisa melihat jelas kondisi kerusakan jalan. Karena banyak kerikil kendaraan saya tergelincir hingga nyaris jatuh,” ucapnya.
Keluhan serupa dilontarkan pengendara lainnya, Agus (40) yang beberapa waktu lalu sempat kecelakaan lalu lintas di Jalur Lingsel tersebut.
“Saya beberapa waktu lalu kecelakaan karena kendaraan terperosok ke dapam lobang. Akibatnya saya mengalami luka cukup serius di bagian tangan dan badan, sampai kendaraan pun mengalami kerusakan,” imbuhnya.
Karena itu, pengendara meminta demi keamanan dan kenyamanan pemerintah dapat segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut.
“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami minta pemerintah cepet respon untuk memperbaiki kerusakan jalan ini karena membahayakan,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi UPTD pengelolaan jalan dan jembatan wilayah pelayanan II Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Abdul Muiz mengatakan bahwa terkait perbaikan dan pemeliharaan atas kerusakan jalan provinsi, merupakan sebuah pekerjaan rutin yang dilakukan setiap bulannya.
“Untuk perbaikan, seperti tambal sulam jalanarusak, perbaikan bahu jalan, itu merupakan pekerjaan rutin yang terkoneksi tiap bulannya. Diawali sejak bulan Januari, dan terus berlanjut hingga bulan Desember,” ujarnya.
Lanjutnya, namun memang terkait perbaikan tersebut, mengalami kendala, khususnya terkait anggaran dana perbaikan. Karena menurutnya, sudah beberapa tahun pandemi Covid-19 berlangsung, banyak terjadi efesiensi anggaran, termasuk anggaaran pekerjaan rutin perbaikan jalan tersebut.






