Masih menurut Muiz, selain itu, pada proses perbaikan jalan yang dilakukan dalam pekerjaan rutin setiap bulannya tersebut, pihaknya juga memiliki suatu rumusan penghitungan terkait perbaikan yang akan dilakukan.
“Jadi setiap perbaikan yang kita lakukan, itu ada hitungannya. Intinya, selain terkendala dengan efesiensi anggaran, namun juga terkait jumlah kerusakan yang terjadi setiap bulannya, sering melebihi kapasitas kita untuk memperbaikinya,” ujarnya.
Namun demikian, meskipun kerusakan jalan kerap kali terjadi overload dari batas perbaikan yang ditentukan, pihaknya tetap berusaha untuk selalu melakukan perawatan secara maksimal terhadap ruas jalan yang memang menjadi tanggung jawab Bina Marga Provinsi Jabar.
“Kita berharap, pada tahun 2022 ini agar anggaran untuk perawatan jalan, tidak terkena efesiensi anggaran kembali,” pungkasnya. (bam)






