BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Irigasi Jebol, 45 Hektare Lahan Pertanian Jampangtengah Terlantar

×

Irigasi Jebol, 45 Hektare Lahan Pertanian Jampangtengah Terlantar

Sebarkan artikel ini
Warga saat gotong royong memperbaiki saluran irigasi Gentreng di Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, yang jebol tergerus longsor.

Menurutnya, saluran irigasi yang memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar satu meter ini, untuk mengairi lahan pesawahan padi di dua kedusunan.

“Sekarang padi tengah memasuki musim panen. Namun, bila tidak segera diperbaiki, saya yakin pada musim tanam nanti para petani tidak bisa menanam padi. Lantaran, airnya tidak akan sampai ke sawah,” bebernya.

Bank bjb Tandamata

Kepala Kedusunan Leuwipenduey, C Rohendi (45) mengatakan, saluran irigasi Gentreng merupakan satu-satunya akses air untuk lahan pertanian padi di Kedusunan Padabeunghar dan Kedusunan Leuwipendeuy.

Saat ini kondisinya kian memprihatinkan.

“Kasihan para petani saat ini tidak bisa bercocok tanam dengan maksimal,” katanya.

Pihaknya bersama petani lainnya, mengaku sudah berupaya maksimal mengusulkan bantuan kepada pemerintah untuk memperbaiki saluran irigasi yang jebol tersebut.

Namun, entah alasan apa hingga saat ini bantuan tersebut tidak kunjung datang.

“Sampai saat ini masyarakat sekitar terus berusaha memperbaikinya dengan bahan yang seadanya.

Mudah-mudahan ke depannya ada bantuan dari pemerintah yang dapat meringankan beban masyarakat sekitar. Sebab, pembuatan saluran irigasi sementara ini, tidak akan bertahan lama,” pungkasnya. (den/RS)