SUKABUMI — Puluhan hektare sawah di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, terancam gagal panen setelah saluran Irigasi Onit di Kampung Selajambu, RT 04/RW 01, jebol akibat banjir bandang Sungai Cidadap dalam lima hari terakhir.
Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, menyebutkan bahwa jebolnya irigasi sepanjang 15 meter itu memutus total aliran air ke lahan pertanian. “Dari 50 hektare sawah yang terdampak, 15 hektare sudah gagal panen. Jika tidak segera diperbaiki, seluruh lahan bisa terancam,” ujarnya, Rabu (26/11).
Tak hanya pertanian, sektor perikanan warga juga terpukul. Kolam-kolam ikan mengalami penyusutan air drastis, menyebabkan ratusan ikan mati. “Kolam milik Yayasan La Jam saja kehilangan sekitar 100 ekor ikan patin siap panen,” ungkap tokoh warga, Kosasih (62).
Kerusakan irigasi ini berdampak pada tiga kedusunan: Sasagaran, Cikaret, dan Cikawung. Potensi kerugian petani diperkirakan mencapai ratusan juta hingga satu miliar rupiah.
Sebagai respons cepat, pemerintah desa bersama warga melakukan gotong royong membangun tanggul darurat menggunakan bronjong seadanya. “Kami sudah sediakan 20 bronjong dan masih mencari batu untuk mengisinya,” kata Deni.
Pemerintah Desa Kebonpedes juga turut membantu dengan mengirimkan bronjong tambahan. Namun, hingga kini bantuan dari instansi terkait belum diterima. Warga berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan.






