Penanganan Pengidap Tumor Ganas Terkendala

  • Whatsapp
Adah (58) warga Kampung Sukamatri RT (5/2), Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, saat merintah kesakitan akibat penyakit yang dideritanya.

RADAR SUKABUMI — Komunitas Sahabat Kristiawan Peduli (KSP) angkat bicara soal Adah (58) warga Kampung Sukamatri RT (5/2), Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, yang hanya bisa berbaring dan merintih kesakitan akibat penyakit tumor ganas yang sudah lama dideritanya.

Ada beberapa hal, yang membuat batalnya jadwal untuk kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung pada 13 April lalu.

Bacaan Lainnya

Salah satunya, kondisi pasien saat hendak berangkat ke Bandung kondisinya lemah sehingga SKP menyarankan untuk melakukan pengecekan terlebih dulu di RSUD Syamsudhin SH. Namun, Adah tidak melakukannya sehingga proses kemoterapi tidak dapat dilaksanakan.

Ketua Komunitas Sahabat Kristiawan Peduli, Kristiawan Saputra mengatakan, dari awal kami bekerjasama dengan desa setempat dalam menyiapkan ambulance untuk mengantar pengobatan Adah.

Tetapi, pada 13 April lalu, terdapat kendala sehingga tidak bisa melakukan kemoterapi sesuai yang sudah dijadwalkan.

“Dari awal, kami sudah menyiapkan rumah singganya di Bandung. Katena ada wabah Covid-19 sehingga rumah singgahnya tutup dan Bu Adah.

Kemarin, saya sempat baca diberita, bahwa saya susah dihubungi itu tidak benar sama sekali, karena komunikasi terus dilakukan sama keluarganya dan tim pendamping dari SKP yang khusus mendampingi Bu Adah,” kata Kristiawan kepada Radar Sukabumi,  (17/4).

Menurutnya, dari jauh haris sebalum tanggal 13 April mau ke Bandung juga SKP sudah menyarankan pihak keluarga untuk melakukan pengecekan kesehatanya terlebih dulu di RSUD Syamsudin SH untuk mengetahui kondisinya saat ini.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *