“Waktu kita maping di lapangan, kebutuhan jamur khusus di Sukabumi perhari bisa mencapai satu ton. Dilihat dari peluang itu, maka lahirlah suatu usaha yang rasionebel dan memungkinkan untuk di jalankan,” katanya.
Pihaknya menambahkan, ketika panen raya ia mengaku dapat menghasilkan dalam setiap harinya mencapai Rp100 kilogram sampai 150 kilogram. Jumlah dari penghasilan panen jamur tiram tersebut, dinilai masih jauh dari kebutuhan market yang mencapai 1 ton per harinya. Untuk itu, kedepan pihaknya berencana akan menambah lahan pertanian serta mengembangkannya kedaerah lain dengan sistem plasma.
“Karena kita di bawah Dinas Kehutanan. Kita akan membentuk suatu kor Bisnis, bahan baku, budidaya market nya kita yang kelola termasuk prodak turunannya. Setelah itu baru kita akan menjualnya kepada masyarakat,” pungkasnya. (den/d)






