Dua Kali Bencana Hidrometeorologi Hajar Cikidang

  • Whatsapp
Sejumlah saat membersihkan puing-puing longsoran yang terjadi di Kecamatan Cikidang.

SUKABUMI – Kecamatan Cikidang adalah satu dari sekian wilayah di Kabupaten Sukabumi yang mengalami dampak meningkatnya intensitas curah hujan. Walhasil, dalam kurun sepekan terakhir sedianya ada dua kali bencana alam banjir dan longsor alias hidrometeorologi yang melanda di wilayah Cikidang.

Dari data dan catatan yang dihimpun Radar Sukabumi, tepat pada Senin (16/11/2020) sore, bencana angin puting beliung menerjang sejumlah desa di Kecamatan Cikidang. Akibatnya puluhan rumah, kandang ayam hingga fasilitas publik seperti bangunan sekolah dasar neger (SDN) mengalami rusak.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, berdasarkand data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, 24 unit rumah mengalami rusak yang tersebar di Desa Cikidang dan Desa Pangkalan. Bangunan SD Negeri 1 Cikidang rusak tertimpa pohon, tiang listrik dan tiang telepon yang tumbang dan sebanyak 23 kandang ayam milik satu peternakan ayam ambruk.

Kemudian, bencana hidrometereologi lainnya di kawasan Cikidang kembali terjadi berapa longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/11/2020). Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya tiga rumah permanen mengalami kerusakan.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna menerangkan, lokasi longsor tersebut terjadi di dua kampung yakni Cipicung dan Cikajang. Rata-rata, peristiwa bencana alam ini terjadi saat hujan turun dengan intensitas deras disertai petir.

“Terlapor ada tiga rumah yang terdampak longsor, kerusakan rata-rata tembok jebol. Penyebabnya, karena tebing yang berada tepat di atas ruang itu ambruk,” ungkapnya, Minggu (22/11).

Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, hanya saja para korban terdampak bencana longsor membutuhkan bronjong dan bantuan tanggap darurat. Adapun kerusakan yang diakibatkan longsor itu rusak ringan hingga sedang.

“Bantuan sudah berdatangan, baik dari pemerintah desa dan lainnya. Para warga yang terdampak masih berada di rumahnya,” tutupnya. (upi/t)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *