Diracun, Dibunuh, Dibakar

  • Whatsapp

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan tersangka AK menyewa kedua eksekutor yang berasal dari Lampung. Kedua eksekutor itu diketahui dari suami bekas pembantu di rumah Aulia.
“Setelah dihubungi di Lampung datanglah itu 2 orang laki-laki inisial (tersangka) S dan A datang ke Jakarta, datang ke Jakarta menggunakan travel,” kata Argo kepada wartawan.

Argo mengatakan kedua tersangka itu dijemput oleh Aulia di wilayah Kalibata Jaksel dan merencanakan aksi pembunuhan itu. Tersangka S dan A berperan memberi racun di minuman yang diberikan ke korban Pupung.

Bacaan Lainnya

“Setelah dia sampai di rumahnya di Lebak Bulus, tersangka A dan S ini memberikan racun kepada korban dengan di minuman diberikan racun dengan harapan dia langsung meninggal. Setelah dia lemas dan dicek-cek dia ternyata nggak gerak dan dia dinyatakan sudah meninggal,” ungkap Argo.

Selanjutnya, Aulia menyuruh anaknya berinisial K untuk mencekoki miras ke korban Adi Pradana. Usai dicekoki miras, korban dibekap hingga tewas. “Istri korban ini menyuruh kepada anaknya si K itu menyuruh untuk anaknya korban inisial D untuk diberi miras akhirnya mabuk dan nggak sadar dan kemudian dibekap disana,” kata Argo.

Selanjutnya, tersangka Aulia dan anaknya tersangka K membawa 2 jasad itu ke Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Di sana, tersangka K membakar jasad dua korban itu beserta 1 unit mobil yang ikut dibakar.

“Setelah (2 eksekutor) dia melakukan kegiatan, dia diberi Rp 8 juta dan disuruh pulang ke Lampung,” pungkas Argo.(bam/net/t)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *