Terlebih lagi bila malam hari, di perlintasan ini tidak ada sama sekali Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga semakin mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Untuk itu, kami berharap adanya perhatian serius dari pemerintah atas kondisi jalan ini. Bila tidak segera diperbaiki, jujur saja ini dapat mengancam keselamatan kami dan juga berdampak pada faktor ekonomi warga di sini,” timpalnya.
Sementara itu, Camat Jampangtengah, Sabar Suko mengatakan, ruas Jalan Raya Panyindangan-Cirampo ini, memang senantiasa menjadi perhatian pemerintah setempat untuk segera diperbaiki. Mengingat, jalan tersebut cukup berdampak dalam pengembangan ekonomi warga, khususnya warga Desa Padabeunghar.
“Namun, mengingat panjang jalan yang mencapai kurang lebih sembilan kilometer, sulit untuk bisa dikembangkan dengan menggunakan dana yang ada di lingkup pemerintah desa atau kecamatan,” katanya.
Sebab itu, saat ini pemerintah Kecamatan Jampangtengah sedang berupaya maksimal untuk mengusulkan peningjatan status jalan tersebut untuk menjadi jalan kabupaten agar bisa dibiayai olah dana dari anggaran kabupaten.
“Iya, dalam hal ini anggarannya dari Dinas PU Binamarga ataupun penyaluran dana program dari provinsi maupun pemerintah pusat,” pungaksnya. (den/t).
Jalan Raya Panyindangan – Cirampo
1. Panjang jalan sekitar sembilan kilometer
2. Lebar jalan sekitar empat meter.
3. Menghubungkan Kedusunan Panyindangan dan Kedusunan Cirampo.
4. Menghubungkan puluhan perkampungan
- Kampung Padabeunghar
- Kampung Puncak Sawo
- Kampung Sunggapan
- Kampung Panyindangan
- Kampung Babakan
- Kampung Cisalak
- Kampung Jamie Teki
- Kampung Ciwelit
- Kampung Subaya
5. Sudah 10 tahun lebih, warga menikmati jalan berlumpur.
6. Status jalan desa.






