“Selain itu, simulasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesiap siagaan dan apa yang harus dilakukan sehingga dapat selamat saat bencana terjadi dapat ditingkatkan melalui budaya tangguh bencana,” imbuhnya.
Sampai dengan tahun ini, sudah terdapat 13 kelurahan tangguh bencana yang terbentuk. Hal ini, tentunya menjadi modal yang cukup baik untuk terus ditingkatkan menuju Kota Sukabumi sebagai zona bebas bencana (zotabe).
“Pemerintah Kota Sukabumi tidak dapat berjalan sendiri, namun diperlukan sinergi dan kerjasama dengan pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, masyarakat dan media massa.
Kolaborasi pentahelix ini sangat diperlukan dalam upaya koordinasi kesiap siagaan tanggap bencana, untuk saling berbagi peran dan menyiapkan sumber daya,” pungkasnya. (bal/bam/den/t)
Data Bencana Januari Sampai September 2021
Kota Sukabumi
-2 Puting Beliung
-21 banjir
-53 Cuaca ektrem
-21 kebakaran
-31 tanah longsor
-2 gempa bumi
*Total: 130 Bencana
Keterangan:
152 jiwa terdampak
48 unit bangunan rusak (17 rusak ringan, 17 sedang, 14 rusak berat)
Kerugian materil: Rp5.320.662.500
Kabupaten Sukabumi
– 115 kebakaran
– 271 longsor
– 37 banjir
– 98 bencana lainnya.
– 7 pergerakan tanah
*Total: 528 bencana
Keterangan:
*Kerugian materil Rp14 Miliar






