Sebab, dirinya sendiri sudah risen dari pekerjaanya di salah satu pabrik di Sukabumi pasca melahirkan. “Ya sebisa mungkin ngatur dicukup-cukupin,” ungkapnya.
Saat ini biaya perawatan bayi kembar siam tersebut menggunakan BPJS, namun menurut Evi tidak ada jalan keluar dan solusi untuk operasi anaknya itu. Padahal keterangan dari pihak BPJS kepada Evi seharusnya bisa operasi.
“Kalau dari pihak BPJS Sukabumi harusnya bisa operasi pakai BPJS, cuma kembali lagi ke tim dokter yang menangani Dede. Setelah dikonfirmasi tidak bisa dicover semua pakai BPJS dan hanya sepertiga, itu juga ngambil dari kasus-kasus kembar siam sebelum Dede,” paparnya.
Evi bersama keluarganya saat ini hanya berharap ada solusi untuk operasi anak tercintanya itu dan bisa hidup normal serta tumbuh berkembang seperti anak – anak lain pada umumnya.
“Harapan saya mah gak banyak, cuma satu minta tolong pada siapapun. Semua pihak supaya bisa membantu biaya untuk operasi pemisahan anak saya, itu saja. Katanya dari Dinkes, BPJS dan Provinsi mau ngadain pertemuan mecari jalan keluar, tetapi sampai sekarang belum ada,” pungkas Evi. (*).






