SUKABUMI – Nasib memilukan menimpa Muhammad Risky Al Fajri, seorang bayi berusia 1,7 tahun asal warga Kampung Babakan, RT 03/RW 08, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami gizi buruk.
Orang tua anak, Yana (30) mengatakan, ia sebagai orang tua dan kepala keluarga mengaku sedih melihat kondisi anak kedua dari dua bersaudara tersebut, mengalami gizi buruk. Profesinya yang bekerja sebagai buruh kuli panggul buah aren, hanya cukup untuk memenuhi makan atau kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Hal tersebut yang membuat Yana tidak bisa membawa anaknya berobat ke rumah sakit.
“Kondisi kesehatan anak saya, semakin hari kian memprihatinkan. Beruntung ada salah satu kerabat yang menginformasikan keadaan anak saya kepada salah seorang donatur yang mau membawanya berobat ke rumah sakit,” kaya Yana pada Jumat (12/07).
Tidak lama setelah itu, pada Kamis (11/07), anak tersebut telah dijemput oleh orang dermawan tersebut dan dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, untuk mendapatkan tindakan medis. “Jika biaya pribadi saya tidak sanggup, jangankan untuk ke rumah sakit, makan sehari-hari saja sudah susah,” paparnya.
Sementara itu, salah seorang donatur yang membawa bayi berobat ke rumah sakit, Sahat Simangunsong mengatakan, awalnya ia telah mendapatkan informasi bayi yang membutuhkan pertolongan tersebut, dari salah satu rekannya. Setelah mendapatkan identitas dan alamat keluarganya, ia langsung bergegas menjemputnya, untuk dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
“Ini tidak ada kepentingan apa-apa. Ini atas dasar kemanusiaan saja. Makanya, saya tidak melihat apakah dia warga Kota atau Kabupaten Sukabumi. Makanya, setelah mendapatkan informasi itu, saya bersama tim langsung meluncur ke Cikembar, untuk menjemput anak itu lalu dibawa ke RSUD R Syamsudin SH,” jelas Sahat yang juga merupakan Komandan Komando Inti (Dankoti) Pemuda Pancasila MPC Kota Sukabumi.
Setiba di rumah sakit, anak tersebut langsung mendapatkan perawatan medis di ruangan ICU RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dan bayi tersebut diduga mengalami gizi buruk. “Nanti, saya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, untuk mengurus jaminan kesehatan dan bantuan sosial lainnya, agar dapat dirasakan oleh keluarga anak tersebut,” tukasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Parakanlima, Mirwanda Yamami kepada Radar Sukabumi mengatakan, balita yang merupakan seorang anak dari buah hati atau pasangan suami istri bernama Yana (30) dan Santi Susanti (32) ini, telah ditemukan sebagai anak gizi buruk pada November 2023 lalu, oleh Bidan Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar.
“Pada saat itu, juga kami berikan PMT berupa susu, tetapi anak tersebut menolak minum susu,” kata Mirwanda kepada Radar Sukabumi pada Jumat (12/07).






