Setelah itu, pada 10 Juli 2024 sekira pukul 14.00 WIB, bidan dan kader melakukan kunjungan ke rumahnya, untuk melihat kondin anak. Bukan hanya itu, bidan juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, untuk membuat jaminan untuk lebih dipercepat, agar bisa cepat di pakai.
“Jadi, dari mulai ibu itu hamil sampai lahiran kita intens melakukan upaya sampai jemput bola ke rumahnya. Karena, memang susah untuk datang ke Posyandu maupun ke Puskesmas, khususnya dari pihak ayahnya,” ujarnya.
“Kita sudah mengupayakan jauh-jauh hari, sebelum anak itu lahir. Bahkan, ibunya dulu pas waktu lahiran sampai pendarahan, kita yang urus gratis pakai KIS juga. Kalau anaknya memang belum punya KIS dan itu masih diproses. Karena, keluarganya susah dikunjungi,” paparnya.
Untuk itu, ia selaku pimpinan yang ada di wilayah desa tersebut, mengaku prihatin terhadap kondisi kesehatan dari anak tersebut. Sebab itu, ia mengimbau kepada seluruh warganya, khususnya yang memiliki bayi agar rutin datang ke Posyandu maupun ke Puskesmas sesuai anjuran yang sudah ditetapkan pemerintah. “Bidan dan kader, pasti akan mendatangi ke rumahnya, jika anak tidak datang Posyandu untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.
Bahkan, pada minggu ini, Ibu Kades Parakanlima dan Ibu Camat Cikembar, telah menjadwalkan akan melakukan kunjungan ke rumah anak tersebut, untuk mengetahui perkembanagn dan persoalan keluarganya, terkait kenapa tidak mahu pergi ke posyandu atau memeriksa anaknya ke Puskesmas.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai keluarga anak tersebut tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Khususnya Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD). Ia menjawab, bahwa keluarga tersebut, khususnya kepala keluarganya, dinilai masih muda dan bisa beraktivitas atau berusaha seperti warga pada umumnya.
“Kenapa pemerintah desa tidak memasukan keluarga tersebut, tidak dimasukan pada program penerima BLT-DD, karena kami rasa suaminya ini masih muda dan kreatifitasnya masih tinggi. Karena, masih banyak juga warga kami tingkat ekonominya di bawah itu,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, upaya kedepannnya selain datang ke rumah sakit untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan anak, pemerintah Desa Parakanlima dan pemerintah Kecamatan Cikembar juga sudah memberikan rujukan berupa SKTM dan bantuan lainnya, untuk keluarga anak tersebut.
“Saat ini, anak itu sedang ditangani di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, untuk mendapatkan tindakan medis secara intensif. Tadi pagi, istri saya dan istri Pak Camat sudah berkunjung ke rumah sakit. Bahkan, Pak Kepala Puskesmas juga sudah disana, untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan anak,” pungkasnya. (Den)






