Atas Alasan ini, di Terminal Tipe A Kota Sukabumi Berlakukan Scan Barcode

  • Whatsapp
Terminal Tipe A Kota Sukabumi
MENGANTRE: Salah seorang calon penumpang saat melakukan scan barcode di Terminal Tipe A Kota Sukabumi, Rabu (15/9).

SUKABUMI — Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi, memberlakukan scan barcode Aplikasi Peduli Lindungi untuk para calon penumpang. Hal ini, dilakukan agar penumpang bisa memperlihatkan bukti vaksinasi, PCR, Swab Antigen atau surat keterangan sehat.

Kepala Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi, Yukky Rahmat Yunus mengatakan, sudah sepekan dilakukan sosialisasi penerapan scan barcode Aplikasi Peduli Lindungi kepada calon penumpang di pintu masuk terminal, tepatnya di tempat pengecekan kesehatan.

Bacaan Lainnya

“90 persen awak armada bus dan petugas terminal saat ini sudah divaksin. Untuk penumpang sebetulnya belum diwajibkan, tapi kalau sudah divaksin kan keamanan, kenyamanan dan kesehatan penumpang lebih terjamin. Makanya di pintu masuk disediakan scan barcode Peduli Lindungi. Kalau tidak ada aplikasi, bisa download pakai WiFi gratis di terminal. Jika belum divaksin, bisa menggunakan bukti PCR, Swab Antigen atau surat keterangan sehat lainnya. Terpenting screening penumpang dan penerapan protokol kesehatan tetap diberlakukan,” kata Yukky kepada wartawan, Rabu (15/9).

Menurutnya, pihak terminal dilema dalam pemberlakuan kewajiban memperlihatkan bukti vaksin kepada penumpang. Pasalnya, saat ini pemerintah belum mewajibkan para penumpang memperlihatkan bukti vaksin tetapi, demi kemananan dan kenyamanan saat bepergian penumpang pelu memperlihatkan bukti tersebut.

“Rata-rata perhari hanya ada 40 penumpang saja yang berpergian. Jumlah penumpang masih sedikit karena sedang PPKM juga. Terminal ini kan beda dengan bandara, tidak semua penumpang juga punya handphone berbasis android. Jadi tidak kita wajibkan scan barcode dulu. Tidak akan dibuat ribet, yang penting sama-sama menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *