KABUPATEN SUKABUMI

Hiswana Migas Sukabumi Klaim, Penggunaan QR Pertalite Capai 80 Persen

×

Hiswana Migas Sukabumi Klaim, Penggunaan QR Pertalite Capai 80 Persen

Sebarkan artikel ini
Ketua Hiswana Migas Sukabumi, Eten Rustandi
Ketua Hiswana Migas Sukabumi, Eten Rustandi

SUKABUMI – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sukabumi, mengklaim bahwa penggunaan sistem barcode dalam transaksi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite untuk kendaraan roda empat di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi,sudah mencapai 80 persen. Hal ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi dan transparansi dalam distribusi bahan bakar.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sukabumi, Eten Rustandi kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa sistem barcode ini diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan mencegah penyelewengan dalam pembelian BBM bersubsidi.

Bank bjb Tandamata

“Penggunaan barcode sudah diadopsi secara luas oleh masyarakat, terutama bagi pemilik kendaraan roda empat. Langkah ini juga membantu pemerintah dalam memantau penggunaan BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran,” kata Eten kepada Radar Sukabumi pada Minggu (06/10).

Penerapan sistem ini diharapkan akan terus meningkat, dengan target penggunaan 100 persen dalam beberapa bulan ke depan. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan untuk memperluas pemahaman mengenai manfaat dari penggunaan barcode ini.

Bukan hanya itu, pihaknya juga menargetkan 100 persen kendaraan roda empat yang membeli BBM Pertalite akan menggunakan barcode dalam waktu dekat.

Berdasarkan data yang tercatat di Hiswama Migas Sukabumi, dari jumlah total SPBU sebanyak 46 SPBU yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi, saat ini baru sekitar 80 persen kendaraan roda empat yang membeli Pertalite sudah menggunakan barcode. “Kami berharap angka ini segera mencapai 100 persen pada akhir tahun 2024 nanti,” paparnya.

Ia juga menambahkan, bahwa penggunaan barcode untuk pembelian BBM subsdidi. Seperti solar, kini sudah mencapai 100 persen.

Untuk itu, saat ini Hiswana Migas Sukabumi, tengah fokus pada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, guna memastikan penggunaan barcode dalam pembelian BBM tepat sasaran dan sesuai aturan. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah proses registrasi yang melambat karena banyaknya konsumen yang mendaftar secara serentak.

“Selain itu, beberapa kendaraan roda empat terdaftar dengan beberapa pengemudi sekaligus, yang menyebabkan kesalahan dalam sistem.

Seperti untuk kendaraan truk, dalam satu mobil truk ini digunakan oleh beberapa sopir. Nah, setiap sopir yang menggunakan truk itu, telah daftar sehingga dapat berpotensi error untuk proses registrasinya,” tukasnya.

Meskipun demikian, Eten memastikan bahwa semua SPBU di Sukabumi sudah teregistrasi dan terhubung secara digital, sehingga tidak ada kendala terkait jaringan internet selama proses transaksi atau registrasi barcode.

“Kesadaran masyarakat sudah cukup baik, dan yang terpenting kita mengikuti aturan serta target yang telah ditetapkan pemerintah. Kami berharap semua kendaraan roda empat memiliki barcode untuk pembelian BBM Pertalite. Nah, ini kami targetkan mudah-mudahan pada akhir tahun 2024 nanti, semua pembelian BBM subsidi jenis pertalite bisa 100 persen menggunakan barcode,” pungkasnya. (Den)