Pihak sekolah kini berkoordinasi dengan instansi terkait untuk evakuasi material. Sementara itu, 18 siswa kelas 3 dialihkan ke ruang perpustakaan agar kegiatan belajar tetap berjalan.
Perangkat Desa Karangmekar, Asep Kuswandi (58), menambahkan bahwa penurunan kualitas bangunan sudah terlihat sejak lama. “Kejadian ini harus jadi sinyal mendesak bagi otoritas pendidikan untuk segera melakukan audit kelayakan fisik sekolah-sekolah tua di pelosok, agar tidak menimbulkan korban saat jam pelajaran berlangsung,” pungkasnya.(den/d)




