“Upaya pada prinsipnya tetap mengimbau, apalagi dengan cuaca ekstrem. Jadi kita umumkan secara virtual maupun langsung. Supaya, bilamana ada turun hujan tinggi dan gelombang meningkat, dapat dilakukan mitigasi mandiri dengan menyelamatkan diri ke tempat yang aman. Atau menuju titik kumpul yang sudah dibuat,” paparnya.
Informasi yang Nanang peroleh, potensi tsunami itu berada di 117 Pantai Selatan yang terdiri dari 9 kecamatan dan 31 desa. “Pertama di wilayah Kecamatan Tegalbuleud, Cibitung, Surade, Ciracap, Ciemas, Simpenan, Palabuhanratu, Cikakak, dan Kecamatan Cisolok,” ungkapnya.
Selain itu, antisipasi lainnya telah memberikan ekpedisi desana yang diakan oleh BNPB tahun 2019. Jadi ekpedisi desaan itu, lima orang dari desa dilatih tentang masalah kajian resiko bencana di desa masing-masing.
“Jadi bila mana potensi (bencana) sudah ada dia sudah setplant lari kemana saja. Kami membekali dan menyadarkan masyarakat diharapkan bisa membekali diri ke tempat yang lebih aman,” tandasnya.(ris/e)
Seputar Alat Pendeteksi Tsunami
Buoy
– Alat ini bukan untuk mencegah, melainkan membaca indikasi kemungkinan terjadinya tsunami pascagempa
– Buoy bekerja dengan menempatkan alat pengukur tekanan gelombang laut yang berada di dasar laut
– Alat tersebut mampu mendeteksi tekanan gelombang secara cepat, kemudian langsung dilaporkan ke Buoy yang berada di atas permukaan laut
– Jadi perkiraan tinggi gelombang yang akan terhempas menuju daratan secara akurat dapat dilaporkan menggunakan Buoy
Radar
– Cocok ditempatkan di daerah rawan tsunami dengan potensi pusat gempa dekat pantai
– Mampu mendeteksi kedatangan gelombang tsunami pada jarak 50-80 kilometer
Sirine Tsunami
– Dipelukan masyarakat (radius 2-3 kilometer dari pantai) agar memperoleh tanda bahaya untuk evakuasi
Cable Based Tsunameter
-Untuk mendeteksi gelombang tsunami di tengah laut dan gempa dasar laut
-Mampu mengendus gempa saat baru terjadi sehingga waktu peringatan lebih cepat
-Bisa digandeng dengan program sistem komunikasi kabel laut pita lebar, Palapa Ring
Gejala Tsunami
• Hewan-hewan laut keluar dari persembunyiannya kepermukaan
• Terdapat gempa dengan kekuatan besar
• Air laut tiba-tiba surut hingga beberapa ratus meter, sehingga banyak ikan terdampar di pantai
• Burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah daratan
• Udara berbau asin (air garam)
• Angin berhembus tiba-tiba dan terasa dingin menyengat
• Suara dentuman seperti meriam di dasar laut atau mendengar suara drum band yang sangat banyak dengan irama cepat






