Kini, perjuangan mencari keadilan dimulai. LBH Pro Ummat mendampingi para korban, sementara keluarga berhadapan dengan tekanan demi tekanan. Namun air mata EY menjadi saksi bahwa suara orang tua tak bisa dibungkam. Kasus ini bukan sekadar tentang enam santri, melainkan tentang kepercayaan yang dikhianati dan masa depan yang harus diselamatkan.(den/d)
Air Mata Ibu: Membongkar Tabir Gelap Pesantren Cicantayan






