Ada Isu Gunung Salak Terbelah Gara-gara Hujan Deras

  • Whatsapp
Foto yang viral di media sosial dengan keterangan Gunung Salak terbelah. FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI (Purn) Doni Monardo menyebutkan bahwa telah ditemukan sejumlah titik longsor di bawa kaki Gunung Salak. Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera melakukan identifikasi dan evakuasi warga sekitar.

“Saya minta kepada Pemkab agar segera mengevakuasi jika permukiman warga berada di titik rawan resiko longsor. Kalau ada yang berisiko, segera ambil langkah mengungsi selama musim hujan,” kata Doni Monardo melalui pesan digitalnya.

Bacaan Lainnya

Doni pun mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk segera mengingatkan masyarakat yang berada di bagian bawah dan di sekitar kawasan longsoran agar berhati-hati.

Warning dari BNPB ini, jelas Doni lagi, sebagai bentuk sikap atas bencana longsoran di hulu Sungai Cikedung atau Puncak Salak yang diakibatkan oleh hujan deras dan cuaca ektrim dalam sepekan terakhir.

Walhasil, air Sungai Cikedung meluap sehingga mengakibatkan terjadinya longsoran di bibir sungai hingga mengalir menerpa perkampungan warga di Palalangon, Desa Pasir­jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Peristiwa longsoran di Puncak Salak ini juga sempat ramai di media sosial dengan fenomena tanah terbelah di Gunung Salak. Hal serupa juga teradi di tiga titik tanah terbelah di perbatasan Cianjur, Bogor dan Sukabumi.

Namun isu terkait Gunung Salak terbelah tersebut dibantah Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak 1, Ugur Gursala.

“Dipastikan kejadian tersebut bukan tanah terbelah, melainkan longsoran di hulu sungai,” kata Ugur.

Ugur menjelaskan bahwa longsoran yang terjadi di hulu sungai Cikedung atau Puncak Salak 3 akibat ujan sangat deras di puncak Gunung Salak disertai angin kencang pada Senin (21/9/2020).

Bahkan longsoran itu menimpa rumah warga, jembatan dan terputusnya jalan penghubung Kampung Palalangon dengan Kampung Loji Desa Pasir­jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

“Tidak ada korban jiwa pada kejadian bencana longsor. Hanya saja rumah dan persawahan ladang dan kebun sekitar tiga hekatare rusak tertimbun matrial longsoran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri Assidiqi ketika diminta keterangan terkait isu Gunung Salak terbelah mengaku belum tahu. “Belum ada laporan masuk ke wilayah kita (Sukabumi, red.) Mungkin masuknya wilayah Bogor,” kata Okih kepada Radarsukabumi.com, Senin (28/9/2020). (izo/rs)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *