“Penanganan sudah lengkap dari mulai LSL, masyarakat, pekerja, ustaz media juga, warga, posyandu sudah pada peduli AIDS, “terangnya.
Ada tiga yang disebut peduli, memetakan, edukasi terakhir tidak diskriminatif. Pertama bisa memetakan orang-orang yang punya resiko kan ketahuan yang berisiko tinggi terhadap HIV yang kedua tugasnya fungsinya mengedukasi mensosialisasi dan kalau bisa mendampingi ke puskesmas untuk di test, ketiga menjaga jangan sampai ada diskriminasi dan stigma terhadap yang sudah dinyatakan positif HIV.
“Kami berharap, Test HIV harus diperbanyak, karena HIV seperti fenomena gunung es, ditemukan satu kasus positif, dibawahnya ada 100 yang harus digali, “tukasnya. (hnd)






