SUKABUMI – Saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Cimuncang kembali mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir bandang pada akhir Desember 2025. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius bagi ketahanan pangan di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, karena irigasi tersebut menjadi sumber utama pengairan ratusan hektare lahan pertanian.
Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, menjelaskan bahwa kerusakan DI Cimuncang bukan kali pertama terjadi. Saluran ini tercatat sudah beberapa kali rusak akibat bencana alam, terutama saat musim pancaroba dengan curah hujan tinggi dan aliran air ekstrem.
“Saluran irigasi ini sangat vital karena mengairi tiga desa di Kecamatan Kebonpedes. Namun, kejadiannya sudah berkali-kali diterjang banjir,” ujar Dadan, Senin (26/01/2026).
DI Cimuncang diketahui mengaliri lahan pertanian di Desa Kebonpedes, Desa Bejongsawah, dan Desa Jambendengang dengan total luas sekitar 100 hektare. Dari jumlah tersebut, 30 hektare berada di wilayah Desa Kebonpedes, mencakup dua kelompok tani: Poktan Pamoyanan dan Poktan Subur Tani.
Banjir bandang akhir Desember lalu menyebabkan bendungan dan saluran irigasi jebol sepanjang 15 meter. Selain itu, tembok penahan tanah (TPT) serta sebagian lahan warga ikut tergerus derasnya aliran air.
“Yang rusak bukan hanya salurannya, tapi juga TPT dan tanah masyarakat,” tambah Dadan.
Beruntung, sebagian besar petani baru saja memasuki masa panen sehingga kerugian dapat ditekan. Namun, Dadan menegaskan bahwa jika bencana terjadi sebelum panen, kemungkinan besar petani akan gagal panen.






