ARTIKEL

Rumah Ibadah Terbaik Itu Bernama Sekolah

×

Rumah Ibadah Terbaik Itu Bernama Sekolah

Sebarkan artikel ini
Dudung Nurullah Koswara
Dudung Nurullah Koswara

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Praktisi Pendidikan)

Upaya belajar dan belajar. Upaya menimba ilmu, keterampilan. Upaya pembiasaan baik dan menumbuhkan akhlak baik. Upaya mengenali sesama, sebaya dan orang dewasa. Upaya disiplin, datang tepat waktu. Upaya mengenali Allah, Tuhan yang maha Esa. Upaya-upaya itu semua ada di sekolahan.

Bank bjb Tandamata

Di sekolahan ibadah terbaik itu adanya. Maka sekolahan adalah “Rumah Ibadah Pendidikan Terbaik di Muka Bumi”. Tidak ada tempat lain yang lebih strategis sebagai rumah ibadah selain sekolahan yang baik. Anak didik atau pelajar adalah makhluk manusia paling berharga di muka bumi.

Semua bangsa dan negara sangat-sangat memuliakan anak didik. Harga seorang anak didik atau pelajar melintasi semua harga manusia. Bahkan di beberapa negara, anak dirawat dan diambil oleh negara saat kedua orangtuanya tak bisa mendidiknya.

Bukankah sukses orangtua tergantung bagaimana Ia mendidik anak-anaknya? Sukses sebuah negara pun tergantung bagaimana sebuah negara memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi pelajarnya. Anak didik dan sekolahan adalah dimensi paling sakral.

Tempat-tempat ritual atau tempat ibadat, sejak zaman purba sudah ada. Bahkan manusia pra aksara, manusia yang belum mengenal tulisan sudah punya tempat ibadat dalam bentuk menhir dan punden berundak.

Sekolahan adalah sebuah ekosistem memanusiakan manusia. Dari sekolahan lah, dari ruang kelas lah warga masyarakat masa depan yang berakhlak mulia terlahir. Sekolah adalah “Rumah Ibadah Pendidikan Terbaik”. Ibadah terbaik manusia adalah belajar.

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR Muslim, no. 2699). Artinya: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi). Sekolahan adalah rumahnya para penuntut dan penebar ilmu.

Berjalan menuju sekolah, bekerja di sekolah, menebarkan ilmu dan keteladan di sekolah sama dengan “berjalan menuju Surga” sebagaimana hadits di atas. Menuntut ilmu, berilmu dan menebarkan ilmu sesuai dengan kehendak Allah, Tuhan yang maha Esa adalah “perbuatan” ibadah terbaik.

Manusia adalah makhluk Allah, Tuhan yang maha Esa terbaik, teragung. Terbaik dan teragung karena Allah semayamkan akal dan rasa. Hanya manusia yang punya akal dan rasa yang luar biasa. Akal inilah yang akan menyebabkan manusia belajar.

Allah diketahui dengan belajar. Para Nabi diketahui dengan belajar. Kitab suci difahami dengan belajar. Akhlak mulia dan hidup bermanfaat bagi sesama difahami dengan belajar. Manusia adalah makhluk yang wajib belajar. Karena belajar orang menjadi berilmu. Orang berilmu akan ditinggikan derajatnya.

Orang yang hanya ritual dan ritual, hanya ikut ikutan tanpa ilmu tentu tak baik. Orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya dibanding orang ahli ritual. Bukankah dalam sebuah kisah Syeitan takut sama orang yang tertidur dibanding orang yang sedang ritual di tempat ibadah.

Rasulullah SAW pun bertanya, “Wahai Iblis, apa yang sedang kamu lakukan di sini?” tanya Rasulullah SAW. Iblis pun menjawab, “Aku hendak masuk masjid dan merusak shalatnya orang itu. Tetapi aku merasa takut terhadap orang yang sedang tidur itu,” kata iblis sambil menunjuk orang yang sedang tidur.

Mengapa Syeitan lebih takut sama orang yang tertidur dibanding orang yang rajin ritualnya? Karena yang tertidur adalah orang yang berilmu dan yang melakukan ritual adalah orang yang tidak berilmu. Sekolah sebagai tempat menuntut ilmu akan melahirkan generasi berilmu.

Orang-orang berilmu ditakuti Syeitan. Karena orang berilmu adalah orang-orang yang akan membawa manusia pada kehidupan yang lebih baik. Dengan ilmu memahami Allah, memahami manusia, memahami alam, memahami mana yang bermanfaat mana yang mudharat.

Kisah sejarah menyatakan, ketika Nabi Sulaiman diperintahkan memilih karunia yang disukainya, apakah harta, tahta, atau ilmu, Nabi Sulaiman justru lebih memilih ilmu. Karena ilmu, harta, tahta, wanita dan segalanya bisa didapatkan.

Dimana ilmu itu bisa didapat? Selain di rumah sebagai madrasah pertama, sekolah tetap sebagai rumah ilmu yang terbaik. Sekolah adalah tempat ibadat yang baik. Sekolah adalah rumah ibadah pendidikan terbaik. Semua orang hebat di muka bumi saat ini, terlahir dari sekolahan.

Rumah ibadah terbaik itu bernama sekolah. Di dalamnya ada guru, ada anak didik dan ada sejumlah fasilitas menuntut ilmu. Hanya di sekolah lah manusia paling berharga di muka bumi bernama pelajar atau anak didik, ditumbuhkembangkan potensi dan akhlaknya.

Sekolah bisa menjadi “tempat suci” pendidikan yang harus terus diperbaiki. Pemerintah, para kepala daerah dan internal GTK harus sangat memahami dimensi sekolah adalah dimensi sakral yang harus sangat-sangat dijaga sakralitas dan kesuciannya.