SUKABUMI– Menu buka puasa disajikan begitu beragam mulai dari minuman dingin, makanan dan lainnya. Namun apakah makanan itu sehat saat dikonsumsi setelah seharian menahan puasa?
Berikut ulasan mengenai menu berbuka puasa yang sehat, disampaikan oleh Ustadz sekaligus Dokter Zaidul Akbar dalam salah satu ceramahnya. Ternyata, Jeruk nipis bisa dipakai untuk sajian berbuka, karena memiliki ciri yang bisa memperbaiki leaky gut (pencernaan).
“Puasa sebenarnya bisa memperbaiki itu (pencernaan), namun kita butuh bahan baku lain, dari apa? dari enzim dari mineral dari asam amino, dapatnya darimana? sayur, buah,” katanya.
dr Zaidul Akbar memberikan gambaran untuk sajian menu buka puasa bisa memotong buah, lalu menambahkan jeruk, ditambah madu, dan garam secukupnya. Menu tersebut dapat ditambahkan minyak, seperti minyak zaitun atau grapeseed, minyak biji anggur.
“Lalu anda aduk-aduk, ini namanya makan, berarti saya sudah makan ini nggak usah makan yang lain? saran saya nggak usah,” ujarnya di kanal youtube Zaidul Akbar
Dr Zaidul Akbar memberikan perhatian khusus, makanan tersebut tidak diperbolehkan untuk ibu hamil, anak di bawah 18 tahun, atau mal nutrisi berat.
“Ini berlaku untuk orang-orang yang kelebihan energi, tandanya apa? pegang pinggangnya, kalau banyak lipatan, berarti anda kelebihan banyak energi gak kepakai,” bebernya.
Dalam makanan tersebut sudah terdapat minyak dan protein yang diperlukan, jika ingin bervariasi, bisa ditambahkan chia seed. Jika masih merasa lapar dan ingin makan, maka bisa ditambah sayuran kukus/steam dan dimakan setelah tarawih.
“Rebus sebentar sayur, itu Anda makan bada Tarawih cocol pakai sambal bikinan sendiri, supaya apa? supaya tubuh nggak berat, sebab kita mau persiapan tidur,” ungkap Dr Zaidul.
Selain sayuran, diperbolehkan juga mengonsumsi jamur karena memiliki kalori yang sedikit.
“Jamur itu kalorinya kecil, bahkan hampir zero kalori, tapi seratnya tinggi banget,” pungkasnya. (*)






