KESEHATAN

DETEKSI VIRUS HIV PADA BAYI

RADARSUKABUMI.com – Tidak bisa dipungkiri HIV merupakan momok yang sangat menakutkan di dunia kesehatan. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh, Jika seseorang sudah terkena virus HIV tubuhnya akan lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Jika dibiarkan tidak terobati, HIV dapat menyebabkan penyakit AIDS yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV dimana sistem kekebalan tubuh sudak rusak parah. HIV dapat ditularkan melaui berbagai cara diantaranya sex bebas, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, proses transfusi dan sebagainya.
Sampe sekarang orang yang terkena HIV belum bisa disembuhkan, Tubuh manusia tidak bisa menyingkirkan HIV, Jadi begitu anda terinfeksi HIV maka seumur hidup anda akan memilikinya. Namun bagi yang sudah terkena HIV anda bisa minum obat ART (Antiretroviral) sehingga virus HIV didalam tubuh dapat ditekan dan orang yang sudah terkena virus ini hidupnya bisa lebih lama lagi.
HIV dapat menyerang siapa saja, bukan hanya orang dewasa HIV dapat menyerang anak-anak bahkan bayi juga bisa berisiko terkena virus HIV. Untuk mengetahui ada atau tidaknya virus HIV dalam tubuh, kita dapat mengeceknya di laboratorium baik di rumah sakit maupun klinik yang menyediakan jasa pemeriksaan HIV, bahkan sekarang sudah ada program pemerintah VCT yaitu pemeriksaan HIV secara sukarela.
Pemeriksaan HIV pada bayi (usia 18 bulan kebawah) sangat berbeda dengan pemeriksaan HIV pada umumnya, Pada orang dewasa pemeriksaan HIV dapat dilakukan dengan memeriksa antibodinya, namun untuk bayi pada katagori seperti diatas tidak bisa diperiksa antibodinya, karena antibodi pada bayi belum 100 persen masih bercampur dengan antibodi ibunya, sehingga hasil yang didapat tidak akurat bahkan kalo hasilnya positif bisa dikatakan positif palsu.
Antibodi Maternal ( yang diturunkan dari ibu ke anak ) ini perlahan akan hilang, rata-rata diusia anak sekitar 1 – 2 tahun. Untuk meminimalkan resiko infeksi HIV, bayi yang baru lahir umumnya diresepkan obat pencegahan (profilaksis) untuk jangka waktu 4 sampai 6 minggu. Jadi tes HIV dapat dilakukan sekurang-kurangnya usia 6 Minggu dengan syarat sudah minum profilaksis dalam rentang waktu tersebut.
Di kota Sukabumi sendiri layanan untuk tes HIV pada bayi yang beresiko (ibunya sudah positif HIV) sudah ada di RS. Syamsudin SH dan RSI Assyifa yang telah melakukan pelatihan EID ( Early Infant Diagnosis) yaitu pelatihan untuk mendeteksi virus HIV pada bayi sebagai upaya pencegahan penularan virus demi keberlangsungan hidup bayi tersebut.
EID merupakan program pemerintah pusat guna menekan penyebaran virus HIV sejak dini. Pemeriksaan ini menggunakan metode DBS (Dried Blood Spot) yaitu sebuah metode untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus HIV pada bayi.
Pemeriksaan ini bisa didapatkan secara gratis anda cukup datang ke layanan yang sudah disebutkan diatas dengan syarat bayi beresiko (ibunya positif HIV), usia bayi dibawah 18 bulan, sudah minum profilaksis minimal 6 minggu. (net)

Tinggalkan Balasan