Mimbar Jumat

Jangan Jadi Orang Sombong

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Puji syukur atas rahmat yang Allah SWT limpahkan kepada kita semua. Salawat serta salam kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Pada Jum’at kali ini, saya bacakan Surat Al A’raf ayat 49 yang artinya:

(Orang-orang di atas A’raaf bertanya kepada penghuni neraka): “Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?”. (Kepada orang mukmin itu dikatakan): “Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati”. (7: 49)

Dalam ayat tersebut, percakapan Ahli A’raf dengan penghuni surga dan neraka. Pada akhir ayat ini dapat didengarkan pula seruan Ahli A’raf ini yang berkata kepada orang-orang yang sombong: “Tidakkah kalian lihat betapa kekuasaan dan kekayaan kalian tidak mampu berbuat apa pun untuk menyelamatkan kalian dari api neraka?”
.
Ayat yang merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya ini, mengatakan : “Bukankah para penghuni surga ini adalah orang-orang yang selalu kalian hina di dunia. Kepada mereka kalian mengatakan, “Kami adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah. Oleh karena itu, Allah memberikan kedudukan dan kekayaan kepada kami dan kamilah orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah di dunia dan di akhirat!”

Akan tetapi sekarang saksikanlah bahwa dengan segala ketenangan jiwa dan hati, mereka yang kalian hina itu, kini masuk ke dalam surga. Sedangkan kalian kaum penyombong dan arogan yang merasa lebih baik daripada mereka, kini mendapat kehinaan dengan menghuni neraka jahannam.

Karena itu, jangan sekali-kali kita merasa amal kita paling baik dibandingkan dengan orang lain. Itu merupakan kesombongan yang akan menyebabkan kita masuk pada neraka. Maka bukan amal saja orang diberi surga oleh Allah SWT tapi karena dia di rahmati olehNya.

Oleh karena itu mari kita terus ibadah siang dan malam agar Allah SWT mencintai kita dan memberikan rahmatNya pada kita.

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Untuk mendapatkan rahmat Allah SWT yang diperlukan ialah iman dan amal saleh, bukan kekayaan dan kedudukan. Kemiskinan dan ketidakterkenalan di dunia bukan menandakan terjauhnya seseorang dari nikmat-nikmat surga.

Untuk memberikan penilaian janganlah tergesa-gesa. Karena di hari kiamat akan menjadi jelas, siapa yang akan menghuni surga dan siapa pula yang akan menghuni neraka.

Karena pembagian surga dan neraka bukan di tangan kita, dan kita tidak berhak menyatakan sesuatu yang menurut kita tidak bernilai sebagai penghuni neraka.

Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Semoga kita menjadi orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah SWT.
Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh. (Cr17/t)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close