Termasuk ketika minggu lalu ada bom besar yang meledak di salah satu masjid di Kunduz, utara Kabul. Lebih 100 orang meninggal. ISIS-Khorasan mengaku sebagai pelakunya.
Masjid itu masjid syiah. Kota Kunduz memang terletak di negara bagian Kunduz yang mayoritas penduduknya suku Hazara yang Syiah.
Bom itu membuat Taliban 2.0 disorot dari dua arah: apakah Taliban bisa menumpas ISIS-Khorasan dan apakah Taliban punya komitmen untuk melindungi minoritas.
Sampai hari kemarin dua komitmen itu masih terjaga.
Berita buruknya: hasil pertanian penting di Afghanistan terancam membusuk. Khususnya setelah panen raya buah delima hari-hari belakangan ini.
Dulunya delima itu selalu bisa diekspor ke Pakistan. Lewat perbatasan darat. Kini perbatasan itu masih ditutup: takut jadi pintu besar bagi banjir pengungsi.
Saya suka delima. Di Spanyol, di Irak, maupun di Lebanon. Saya belum pernah merasakan delima Afghanistan. Tapi melihat gambarnya saja mulut saya terasa basah. Liur mengucur




