Kelas Daring
Teknologi menjadi milik siapa saja, tidak peduli dari kelas masyarakat mana dia berada. Itu adalah kata Marlina pada halaman 457. Kata itu mewakili dua chapter paling menarik dalam buku ini (chapter sepuluh dan dua belas). Penulis menceritakan mengenai proses belajar secara daring yang mereka lakukan. Melalui tulisan mereka, kita dapat belajar bagaimana menghidupkan dinamika kelas daring dalam kedua chapter ini. Topik kelas daring yang beragam dan disampaikan dari ahlinya dikupas tuntas. Rahasia kecantikan wanita indonesia oleh Dokter Fatma ada pada halaman 442. Konsep gizi seimbang Prof Evy Damayanthi sebagai Guru Besar IPB tersaji pada halaman 356. Paparan Prof Budisantoso mengenai berprilaku produktif diuraikan pada halaman 426. Selain itu, masih banyak lagi topik yang diulas oleh para penulis.
Besi menjadi Kapal
Ini adalah buku yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memulai menulis. Para penulis membuktikan dari tulisan singkat WhatsApp dapat menjadi sebuah buku. Proses menulis buku oleh penulis terekam dalam Senawami. Opini dan perasaan penulis saat tulisannya direview Prof.Imam Robandi membuat kita ikut hanyut merasakan suasana menulis (hal.369). Kita dapat belajar bagaimana ethos penulis mampu bertahan hingga tengah malam untuk meriview naskah bersama. Tak heran, jika kita sulit menemukan kesalahan pengetikan dalam setiap lembarnya. Senawami akan terus memotivasi Anda untuk tetap menulis. Ini adalah sebuah kapal yang nyaman dan besar. Kapal yang siap membawa Anda mengembara ke mana saja. Mulai dari pelosok pedesaan di Pasar Kuna, Grubul Kedungenge Banyumas sampai menikmat pergantian musim dari winter ke spring di Jalan Altenmarkt, kota Wies, Steiermark, Austria. Selamat membaca dan berpetualang. (*)




