Di sisi lain, membaca tidak hanya diartikan sebagai pandangan mata pada abjad, tapi lebih dimaknai secara luas. Seperti membaca situasi, kondisi, maupun lingkungan sosial di sekitar kita. Puasa melatih diri untuk peduli dan peka terhadap sesama. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan serta merenungkan banyak hal.
Membaca situasi kehidupan sosial bisa menumbuhkan rasa syukur sehingga kita peduli kepada orang lain. Pandemi Covid-19 mengubah tatanan sosial di masyarakat. Kita dituntut mampu memahami sehingga bisa berlaku bijak dan arif dalam bersikap. Membaca menjadi kunci bagaimana seorang muslim berperilaku seperti suri teladan Rasulullah.
Mari, pada momentum Nuzulul Quran ini, kita tumbuhkan semangat membaca dalam arti luas. Agar kita memiliki kompetensi dalam bidang literasi serta kepekaan terhadap lingkungan sosial. (*)
*) KHOFIFAH INDAR PARAWANSA, Gubernur Jawa Timur






