Yang jelas editing gen manusia akan menjadi trend komersial di masa depan. Sayang kita tidak bisa mendapat kabar lebih lanjut: bagaimana nasib bayi kembar yang di Shenzhen, Tiongkok. Yang lahir lebih dua tahun lalu itu: Lulu dan Nana. Bayi kembar itu produk editing gen yang dilakukan Prof He Jiankui di sana.
Editing dilakukan justru ketika bayi masih dalam bentuk embrio. Unsur-unsur yang akan menjadi penyakit tertentu dibuang. Unsur-unsur yang membuat pintar didorong.
Prof He Jiankui sendiri dijatuhi hukuman penjara 3 tahun: dianggap melanggar hukum kedokteran di sana. Juga dikenakan denda sekitar Rp 5 miliar.
Tapi bayi kembar itu sendiri tentunya dibiarkan hidup. Dipelihara, entah oleh ibu mereka atau oleh negara. Sekarang, mestinya, bayi kembar itu sedang lucu-lucunya.
Dengan majunya ilmu editing gen itu, Tuhan, sebagai pencipta manusia, harus berkomentar apa?





