CATATAN DAHLAN ISKAN

Kawin Cerai Ideologi Ekonomi

×

Kawin Cerai Ideologi Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Nawaz Sharif juga tiga kali jadi perdana menteri. Tiga kali pula dijatuhkan. Tiga kali jadi pelarian. Tiga kali masuk penjara. Pemerintahan Pakistan memang selalu silih berganti: Bhutto-militer-Nawaz-militer-Bhutto-militer-Nawaz-militer. Atau semacam itu. Ketika pemerintahan Ali Bhutto dikudeta jendral Zia Ul Haq, Nawaz dapat angin. Nasionalisasi dihentikan.

Ia sendiri ditunjuk menjadi menteri keuangan negara bagian penting: Punjab. Tempat kelahirannya. Posisi ini yang kelak membawanya menjadi ketua menteri. Setingkat gubernur di sini. Tapi ketika Benazir Bhutto terpilih jadi perdana menteri di tahun 1988 dia kembali meneruskan program nasionalisi ayahnya. Ekonomi Pakistan balik kucing. Sangat buruk.

Bank bjb Tandamata

Hanya 20 bulan Benazir menjadi perdana menteri. Digusur oleh Ghulam Ishak Khan. Yang didalangi militer. Arah ekonomi pun dipindah lagi. Tahun 1993 Benazir terpilih lagi jadi perdana menteri. Ekonomi berubah lagi. Benazir digusur lagi. Dimasukkan penjara. Dengan tuduhan korupsi. Dihukum 3 tahun. Militer terus berkuasa sampai 2007.

Diadakanlah Pemilu. Nawaz terpilih sebagai perdana menteri. Yang kedua kalinya. Pada tahun ketiga Nawaz ingin mengganti panglima militer. Saat itu panglima lagi di luar negeri. Marah. Begitu pulang jendral itu langsung kudeta: Jendral Musharaf. Nawaz dijadikan terdakwa. Di pengadilan militer. Yang dilangsungkan dengan cepat. Tuduhannya seabrek: pembunuhan, penculikan, korupsi. Ancamannya hukuman mati.

Mendengar ancaman itu raja Arab Saudi turun tangan. Merayu militer Pakistan. Agar bersikap lebih lunak. Kompromi diraih: Nawaz cukup diasingkan di Arab Saudi. Dan tidak boleh terjun ke politik. Setidaknya selama 21 tahun. Saat di pengasingan inilah Nawaz membangun pabrik baja di Saudi.

Lalu Nawas mengasingkan diri ke London. Membeli rumah di sana. Rumah inilah yang kelak pada tahun 2018 membuatnya jatuh. Dan masuk penjara lagi. Pemerintahan militer jenderal Musharaf ini cukup panjang. Sampai 2008. Tapi ekonomi juga tidak maju. Rakyat sudah tidak tahan. Minta Pemilu.
Saat itulah Benazir Bhutto diizinkan pulang dari pengasingannya. Juga di London. Untuk ikut Pemilu.