SUKABUMI — Krisis air bersih melanda Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Pemerintah desa mendesak pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat segera turun tangan memperbaiki tanggul jebol dan merealisasikan pembangunan sanitasi serta sumur bor.
Langkah konkret ini dinilai mendesak untuk mengantisipasi kemarau panjang yang kian meluas dan mengancam kehidupan warga. Saat ini, kebutuhan air bersih masyarakat hanya terpenuhi melalui bantuan tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, setelah sebelumnya juga menerima pasokan dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, menegaskan bantuan air bersih memang sangat membantu, tetapi bukan solusi permanen. “Kalau terus-terusan begini nungguin permintaan air dari BPBD ataupun dinas terkait, ada batasannya. Masyarakat tidak boleh selamanya bergantung pada air bantuan,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Minggu (26/07).
Menurut Deni, krisis air sudah berlangsung dua bulan terakhir dan melanda tiga kedusunan. Sedikitnya 3.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan dampak paling parah di Dusun Sasagaran yang mencakup 416 KK. Kondisi diperburuk oleh rusaknya tanggul penampung air yang hingga kini belum diperbaiki secara permanen.





