Dia lalu mengatakan nama-nama calon pasangannya tak jauh dari tokoh yang muncul dalam lembaga survei. “Dalam politik praktis jodoh politik itu tidak pernah pilihan penganten, semua kawin paksa. Ya yang ada di survei-survei lah,” katanya seperti dilansir detikcom.
Ridwan Kamil menuturkan terus melakukan komunikasi dengan semua partai. Eks Wali Kota Bandung itu menyampaikan pilihan partainya akan disampaikan nanti.
“Yang saya pegang adalah pasti yang sangat konsisten memperjuangkan Pancasila. Tidak hanya di AD/ART. Semua di AD/ART-nya kan begitu, tapi track record-nya pasti akan jadi dasar saya berlabuh,” kata dia. (ral/int/pojoksatu)






