JAKARTA — Meski belakangan tampak berseberangan, Nahdlatul Ulama dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sinyalkan cara pandang yang sama soal wacana penundaan Pemilu Serentak 2024.
Hal itu terlihat dari sikap Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang menyebut wacana penundaan Pemilu 2024 yang dilontarkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, sebagai hal yang masuk di akal.
Bagi pengamat politik M. Qodari, sikap Gus Yahya itu tidaklah aneh. Menurutnya, NU dan PKB pada dasarnya memang saling terikat satu sama lain.
“Jadi PBNU dan PKB itu pada masa kapanpun ada persamaannya ada perbedaannya, memang di awal masa jabatan Gus Yahya ini, kelihatannya ada banyak beda dibanding samanya,” kata Qodari kepada Kantor Berita Politik RMOL (jaringan radar sukabumi), Rabu (2/3).






