Qodari menerangkan, sikap Gus Yahya yang mensinyalkan setuju dengan usulan Cak Imin lantaran mayoritas nahdliyyin suka dengan kinerja Presiden Joko Widodo pada periode kedua ini.
Sehingga, lanjutnya, Gus Yahya menilai masuk akal jika harus menunda pemilu dengan alasan yang cukup klasik. “Kenapa sama? Saya pernah punya data bagaimana masyarakat NU atau nadhliyyin mayoritas sangat puas dengan kinerjanya Pak Jokowi, ya mungkin itu jadi pertimbangan,” tutupnya.






