SUKABUMI — Jelang Pilwalkot yang digelar bulan Juni 2018 mendatang, Wakil Ketua Desk Pilkada Kota Sukabumi Andri Setiawan meminta kepada seluruh ketua RT dan RW untuk tidak mengarahkan masyarakat kepada salah satu Pasangan Calon (Paslon). Soalnya, ketua RT serta RW merupakan salah satu tangan pemerintah.
Ketua Ketua RT dan RW ini hanya boleh mengajak masyarakat dalam hal suksesi Pilkada 2018, bukan mengajak untuk mendukung salah satu paslon, sehingga dengan begitu target 80 persen partisipasi masyarakat dalam Pilkada di Kota Sukabumi dapat tercapai.
” Jadi tidak boleh memobilisasi masyarakat ke salah satu Paslon, kecuali ketua RT dan RW hanya mengajak untuk mencoblos, jika mengajak memilih ke salah satu Paslon tidak boleh,” ujar Andri kepada koran ini, Selasa (6/3).
Menurut Andri, ketua RT dan RW ini harus menginformasikan terhadap warga yang belum tercatat di lingkungan. Sehingga, masyarakat dapat ikut andil dalam pencoblosan nanti. “Ya, RT dan RW harus ikut andil dalam mengsukseskan pemilihan dalam pilkada yang akan datang,” tuturnya.
Jika belum ada yang tercatat di DPT segera laporkan sambung dia, dengan begitu seluruh masyarakat dapat memilih. Jika ada dorongan dari ketua RT dan RW maka dirinya yakin sebanyak 80 persen untuk partisipasi masyarakat bisa tercapai.
Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan Pilkada di Kota Sukabumi juga dapat meningkatkan target partisipasi masyarakat. “2018 ini target partisipasi masyarakat 80 persen. Semoga saja target itu bisa terlampaui,” tukasnya. (cr16/d)




