SUKABUMI – Harapan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman dan mudah kini mulai terwujud. Jembatan Gantung Guha Monyet yang membentang dari Kampung Bolenglang, Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon hingga Kampung Pangkalan, Desa Waluran, Kecamatan Waluran, kini hadir sebagai simbol konektivitas baru setelah sebelumnya hanyut diterjang banjir pada November 2025 lalu.
Untuk memastikan kondisi sekaligus manfaat jembatan tersebut, Camat Jampangkulon Dading didampingi Sekretaris Kecamatan, anggota Satpol PP, Kepala Desa Tanjung, serta pendamping desa meninjau langsung lokasi pada Kamis (2/7/2026).
“Keberadaan jembatan ini sangat strategis karena memperpendek jarak tempuh sekaligus mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari,” ungkap Dading.
Jembatan Gantung Guha Monyet dibangun oleh Relawan Pelosok Negeri sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi. “Kehadirannya bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Camat Jampangkulon mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, manfaat jembatan akan dirasakan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas sosial hingga perputaran ekonomi masyarakat.






