Namun, lulusan S2 ilmu komunikasi politik Universitas Jakarta itu meyakini PDIP ogah memecat Gibran.
“PDIP ketakutan memecat Gibran, karena khawatir Jokowi effect akan meninggalkan elektoral PDIP,” ungkap pendiri Sekolah Peradaban itu.
“Tapi jika PDIP tidak berani memecat Gibran, maka PDIP akan dinilai publik tidak tegas,” demikian Biran.(*)






